• khutba bismillah

Personality Websites!

  • About Muhammad صلی اللہ علیہ وسلم
  • Abdul Qadir Jilani رحمۃ اللہ علیہ
  • Imam Ahmed Raza رحمۃ اللہ علیہ
  • Maulana Ilyas Qadri
  • Haji Ubaid Raza
  • Mufti Qasim Attari

Countries Websites

  • Pakistan
  • USA
  • Canada
  • UK
  • Korea
  • Australia
  • Bangladesh

Popular Websites

  • Hajj and Umrah
  • Darul Ifta Ahlesunnat
  • Al Quran Karim
  • Obligatory Knowledge
  • Islamic Sisters
  • New Muslim
  • Special Persons
  • Muslim Funeral
  • Tree Plantation
  • Build Masajid
  • Faizan Online Academy
  • Monthly Magazine
  • Rohani Ilaj
Al Quran Books Madani Channel
dawateislami logo
Magazine Courses Media
Donate
    Donate
    • Home arrow icon
    • Islamic Speeches arrow icon
    • Keridhaan ALLAH Adalah Prioritas Terbesar Kita arrow icon
    • page 5
    book-logo
    book_icon
    Keridhaan ALLAH Adalah Prioritas Terbesar Kita
    Share
    close

    Share this link via

    zoom-in
    zoom-out
    full screen
    • zoom-in
    • zoom-out
    • full screen
    GO

    Tiga tingkat penerimaan

    Wahai para pecinta Rasulullah! ! Apa yang dimaksud dengan ridha dengan Allah عَزَّوَجَلَّ sebagai Tuhan kita? Apa maksudnya menerima fakta ini? Para ulama mengomentari mengenai  tiga tingkat penerimaan dalam hal ini.

    Tingkat pertama

    Imam al-Qurṭubī رَحْمَةُ الـلّٰـهِ عَلَيْه menguraikan:

    Ridha kepada Allah عَزَّوَجَلَّ sebagai Tuhannya dan menerima kenyataan ini, berarti seseorang tidak akan menerima siapapun selain Allah عَزَّوَجَلَّ sebagai Tuhannya. Seseorang yang dengan sepenuh hati percaya pada keesaan Allah عَزَّوَجَلَّ akan menolak semua yang dianggap musyrik sebagai Tuhan dan percaya hanya Allah عَزَّوَجَلَّ yang layak disembah.

    Orang yang demikian itu tahu bahwa hanya Allah عَزَّوَجَلَّ yang memberinya rezeki, menopangnya, yang memberinya nafas, dan yang memberkahinya dengan kehidupan. Dia mengakui tidak akan pernah ada Tuhan lain selain Allah عَزَّوَجَلَّ .[1]

    Tingkat penerimaan ini adalah fondasi inti dari iman kita. Tanpa ini, maka seseorang tidak bisa menjadi seorang Muslim.

    Tingkat kedua

    Mengklarifikasi tingkat kedua menjadi puas dan ridha dengan fakta bahwa Allah عَزَّوَجَلَّ adalah Tuhan kita, Syekh ꜤAli Al Hajwayrī رَحْمَةُ الـلّٰـهِ عَلَيْه mengatakan, “Kepuasan dan ridha ini mengacu pada hati seseorang yang tetap tidak akan berubah keyakinannya dalam kondisi apapun terlepas dari apakah dia diberikan sesuatu atau tidak.”[2]


     

     



    [1] Al-mufhim lima asykala min talkhīṣ Muslim, jilid. 1, hal. 210

    [2] Kashf al-Maḥjūb, hal. 255

    zoom-in
    zoom-out
    full screen
    • zoom-in
    • zoom-out
    • full screen
    GO

    BOOK TOPIC

    left-arrow
    • Keridhaan Allah adalah prioritas terbesar kita
    • Keutamaan mengirim ṣhalāwat kepada Nabi صَلَّى الـلّٰـهُ عَلَيْهِ وَاٰلِهٖ وَسَلَّم
    • 3 amalan yang membawa ke surga
    • Manisnya Iman
    • Tiga tingkat penerimaan
    • Tingkat pertama
    • Tingkat kedua
    • Ridha dengan ketetapan ilahi
    • Takdir baik dan buruk semua dari Allah عَزَّوَجَلَّ
    • Tersenyum atas kematian seorang anak laki-laki
    • Tingkat ketiga
    • Mengapa keridhaan ini diperlukan?
    • Apa artinya menjadi seorang budak?
    • Allah telah menempatkanmu di tempat yang terbaik
    • Kenapa ini terjadi?
    • Allah عَزَّوَجَلَّ telah memberikan yang terbaik kepada setiap orang
    • Sunnah-sunna dan adab memakai sepatu
    footer logo

    Dawateislami is one of the great Islamic organizations in the world.

    Important

    • Social and Welfare
    • Books
    • Islamic Events
    • Magazine
    • Activities
    • Islamic Education

    Mobile Apps

    • Sirat ul Jinan
    • Al Quran ul Kareem
    • Prayer Times
    • Faizan e Hadees
    • Digital Services
    • Kalma & Dua

    Contact Us

    • phone (+92) 21-34921388-93
    • phone (+92) 21-111-25-26-92
    • emial support@dawateislami.net
    • pin location Global Madani Markaz, Faizan-e-Madina, Near Capital Telephone Exchange, Main University Road, Karachi, Pakistan

    ©Copyright 2026 by I.T. Department of Dawat-e-Islami