Share this link via
Personality Websites!
TābiꜤīn terkemuka, Sayyidunā Wahab bin Munabbih رَحْمَةُ الـلّٰـهِ عَلَيْه , menyatakan:
Ada seorang dari Bani Isrāˈīl yang bertaubat atas segala dosa masa lalunya. Beliau tetap menjalankan ibadah selama 70 tahun berturut-turut dengan cara berpuasa di siang hari dan terjaga di malam hari untuk beribadah. Dia tidak makan makanan mewah atau mencari kenyamanan di bawah perlindungan. Ketika hamba Allah ini meninggal dunia, seseorang melihatnya dalam mimpi dan bertanya, مَا فَعَلَ اللہُ بِکَ "Bagaimana Allah عَزَّوَجَلَّ memperlakukan kamu?" Beliau menjawab, “Allah عَزَّوَجَلَّ memperhitungkan perbuatanku dan mengampuni segala dosaku, kecuali sebatang kayu yang aku pergunakan tanpa izin dari pemiliknya untuk mencabut gigiku. Oleh karena itu, aku masih dihalangi untuk masuk surga. " [1]
Pentingnya Transaksi dalam Islam
Wahai para pecinta Nabi! Transaksi memegang peranan penting dalam Islam. Jelaslah bahwa kelalaian dalam jual beli dapat berakibat memakan harta orang lain secara haram, artinya mengisi perut dengan yang haram. Oleh karena itu, sangat penting untuk berdagang dengan sangat hati hati dan jujur. Pahami pentingnya hal ini dengan mengingat bahwa organ terpenting dalam tubuh kita adalah hati.
Rasulullah صلَّی اللہ عَلَیْہِ واٰلہٖ وسلَّم telah bersabda: اَلَا وَ اِنَّ فِی الْجَسَدِ مُضْغَۃً، اِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ کُلُّہٗ وَ اِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ کُلُّہٗ اَلَا وَہِیَ الْقَلْبُ “Sesungguhnya di dalam tubuh itu memang ada segumpal daging. Bila sehat, maka seluruh tubuh akan sehat, dan bila rusak, maka seluruh tubuh ikut rusak. Sesungguhnya itu adalah hati." [2]
BOOK TOPIC
©Copyright 2026 by I.T. Department of Dawat-e-Islami