Share this link via
Personality Websites!
صَلُّوۡا عَلَى الۡحَبِيۡب صَلَّى اللّٰهُ عَلٰى مُحَمَّد
Anugerah khusus dari Allah عَزَّوَجَلَّ yang dilimpahkan kepada para wali suci yang mulia
Saudara Saudara Muslim yang terkasih, para wali suci yang mulia mempunyai kedudukan yang unik. Orang-orang luhur ini tidak kebal dari dosa, namun mereka terlindungi. Hanya para Nabi dan Malaikat yang sempurna; para wali yang mulia tidak kebal dari dosa dan benar-benar dapat melakukannya, namun Allah عَزَّوَجَلَّ memberi mereka anugerah istimewa. Baik secara sengaja ataupun tidak sengaja mereka melakukan kesalahan, maka mereka akan disadarkan, dan mereka segera bertaubat dan mensucikan diri mereka dari kotornya dosa.
Allah عَزَّوَجَلَّ berfirman dalam surat Al AꜤrāf ayat 201:
اِنَّ الَّذِیۡنَ اتَّقَوۡا اِذَا مَسَّہُمۡ طٰٓئِفٌ مِّنَ الشَّیۡطٰنِ تَذَکَّرُوۡا فَاِذَا ہُمۡ مُّبۡصِرُوۡنَ (۲۰۱)ۚ
Sesungguhnya Orang Orang yang bertakwa, jika mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat (kepada Allah). Maka, seketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).[1]
Ahli tafsir Al-Quran terkemuka, Mufti Aḥmad Yār Khān NaꜤīmī رَحْمَةُ الـلّٰـهِ عَلَيْه menuliskan:
Sifat mukmin yang saleh tidak menerima bisikan dan pikiran setan. Jika hal-hal tersebut (bisikan setan, pikiran setan, atau kesalahan apa pun) terjadi pada diri seorang mukmin, maka Allah عَزَّوَجَلَّ akan mengingatkan kesalahannya itu, dan mereka segera mensucikan diri mereka dari kotornya dosa.
Mufti yang terhormat selanjutnya menyatakan:
Seorang mukmin yang saleh berasal dari golongan malaikat, karena keduanya mempunyai sifat yang sama; Orang Orang ini berwujud manusia dan bersifat seperti malaikat.[2]
BOOK TOPIC
©Copyright 2026 by I.T. Department of Dawat-e-Islami